“Bukti yang Membocorkan Penipuan”
وَجَاءُوا عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya’qub berkata: “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan”.
وَجَاءُوا عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ
Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu.
Abang-abang Yusuf bukan sekadar bercerita,
mereka bawa “bukti fizikal”: baju Yusuf yang berdarah.
Tapi di sinilah kesilapan besar mereka.
Kalau benar Yusuf diserang serigala:
- Baju mesti koyak.
- Tapi yang ada cuma darah, tanpa kesan koyakan.
Secara tak langsung, “bukti” itulah yang membongkar penipuan mereka sendiri.
👉 Ini mengajar kita:
Penipuan yang dibuat sebaik mana pun, biasanya akan bocor juga.

Respon Nabi Ya’qub – Tenang tapi Tajam
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا
“Tidak. Jiwa kamu sendirilah yang memperelokkan perbuatan buruk itu.”
Nabi Ya’qub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ tidak menjerit, tidak mengamuk.
Baginda terus nampak puncanya:
nafsu mereka sendiri yang memujuk mereka buat jahat.
Maksud sawwalat:
Nafsu buat benda salah nampak macam betul.
Inilah kerja syaitan:
- dosa → nampak kecil
- salah → nampak logik
- jahat → nampak “terpaksa”
Frasa Emas: Sabr Jamil
فَصَبْرٌ جَمِيلٌ
“Maka kesabaran yang indah itulah pilihanku.”
Ini bukan sabar biasa.
Sabr jamil = sabar tanpa merungut, tanpa drama, tanpa menyalahkan takdir.
Bukan sabar jenis:
- post status panjang-panjang,
- mengadu pada semua orang,
- simpan dendam dalam hati.
Tapi sabar jenis:
“Aku serah pada Allah. Aku jaga iman aku dulu.”
Penutup Ayat
وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
“Dan hanya kepada Allah aku minta pertolongan atas apa yang kamu ceritakan.”
Maksudnya:
Nabi Ya’qub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ sudah buat apa yang mampu,
sekarang tinggal satu sahaja: tawakal.
Hikmah Besar Ayat 18 🌱
- Bukti palsu selalu ada kecacatan.
Kebenaran mungkin lambat, tapi tak pernah hilang. - Nafsu paling bahaya bila ia buat dosa nampak “masuk akal”.
- Sabr jamil bukan lemah — itu tanda iman yang sangat kuat.
- Bila kita tak mampu kawal keadaan:
Jangan hilang iman.
Pegang ayat ini:
“Allahul musta‘an.”
Allah sahaja tempat bergantung.
Ayat ini ajar remaja satu perkara penting:
kadang kita tak boleh betulkan dunia,
tapi kita masih boleh jaga hati kita.

Jom ke ayat seterusnya — Ayat 19 adalah permulaan fasa “Yusuf di dunia luar” daripada seorang anak yang dibuang, kepada seorang hamba,
dan akhirnya… seorang pemimpin.

Leave a comment